Tahun 2018, Inspektorat BKN Genjot Maturitas SPIP dan Kapabilitas APIP

Jakarta-Humas BKN, Pada tahun 2018 ini Inspektorat BKN akan menggenjot peningkatan capaian maturitas Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) dan kapabilitas APIP di lingkungan BKN. Pernyataan tersebut disampaikan Inspektur BKN A Darmuji di sela-sela kesibukannya di Kantor Pusat BKN, Selasa (16/1/2018).

Darmuji menyampaikan bahwa berdasarkan evaluasi pihak Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) kriteria pengelolaan SPIP di lingkungan BKN masih pada tingkat 2 atau kriteria ‘Berkembang’. Sedangkan kebijakan Pemerintah mengarahkan target kriteria SPIP pada Kementerian/Lembaga (K/L) berada pada tingkat 3 atau kriteria ‘Terdefinisi’. “Saat ini di BKN, penilaian SPIP masih pada kriteria ‘Berkembang’. Pada tingkat ini BKN dinilai telah melaksanakan pengendalian internal, namun tidak terdokumentasi dengan baik. Pelaksanaannya masih sangat tergantung pada individu dan belum melibatkan semua unit organisasi. Pada tingkat ini efektivitas pengendalian dinilai belum dievaluasi sehingga dapat terjadi kelemahan yang belum ditangani secara memadai,” ujar Darmuji.

Mempelajari kondisi tersebut, Darmuji bersama timnya memiliki komitmen yang kuat pada tahun 2018 untuk menggenjot peningkatan maturitas SPIP di lingkungan BKN. Beberapa rencana aksi yang akan dilakukan tim Inspektorat BKN di antaranya: melakukan workshop SPIP, mengetatkan Program Pengawasan Tahunan (PKPT), dan sosialisasi manajemen risiko. Sementara untuk mengimbangi program peningkatan maturitas SPIP, dilakukan dengan upaya peningkatan kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). Beberapa rencana aksi dalam peningkatan kapabititas APIP tersebut meliputi: penyelenggaraan workshop manajemen resiko, workshop audit kinerja dan workshop peningkatan profesi. Darmuji juga menyampaikan beberapa bidang tugas Inspektorat yang harus dikuasai oleh APIP sebagai SDM utama pada tim Inspektorat, meliputi: peran dan layanan, pengelolaan SDM, praktik profesional, akuntabilitas dan manajemen kinerja, budaya dan hubungan organisasi, struktur dan tata kelola. “Inspektorat harus memiliki SDM yang kapabel. Sehingga tugas pokok fungsinya dapat berjalan dengan baik,” imbuhnya. bal

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *