Setiap Pegawai Wajib Pahami Kebutuhan Organisasi

Jakarta-Humas BKN, Pengembangan kompetensi merupakan kebutuhan organisasi yang tidak mungkin ditunda lagi dalam menghadapi dinamika pekerjaan yang selalu berubah. Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Pembinaan Manajemen Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara (BKN), Haryomo Dwi Putranto dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) di Jakarta Pusat, Kamis (02/05/2019). Rakornas yang mengusung tema Pengembangan Kompetensi ASN dalam Mewujudkan World Class Government tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Instansi Pusat maupun Daerah.

Deputi Bidang PMK BKN menjelaskan lebih lanjut bahwa pola karir sangat penting bagi Instansi Pemerintah, karena kerangka pegembangan karir dan kompetensi seharusnya dapat mendasari semua pelaksanaan manajemen PNS dan menjadi basis dalam pelaksanaan merit sistem. Pengembangan kompetensi tersebut minimal harus memenuhi unsur potensi skill dan attitude yang diwujudkan pada perilaku PNS dalam melaksanakan tugas. Haryomo menambahkan bahwa setiap PNS mengalami tiga fase dalam perjalanan karirnya, pertama fase ketika menjadi CPNS, kedua fase berkarir dan ketiga fase menjelang pensiun. Ketiga fase tersebut mengharuskan setiap PNS memahami kompetensi yang semestinya dimiliki dalam melaksanakan tugas. “Setiap pegawai wajib membuat perencanaan karir, wajib memahami kebutuhan organisasi di mana ia bekerja, serta memiliki kompetensi yang tepat untuk menduduki suatu jabatan,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN), Adi Suryanto dalam Rakornas tersebut menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki bonus demografi berupa penduduk dengan usia produktif sangat besar di mana hal itu dapat menjadi suatu hal positif apabila dikelola dengan baik. SDM, sambung Adi, merupakan faktor yang dapat memajukan Birokrasi di Indonesia, terutama dalam konteks menyongsong Indonesia emas Tahun 2045 yang berdaulat, maju, adil dan makmur. Selain itu, kata Adi, beberapa hal lain yang juga harus diperhatikan yaitu kesetaraan gender, tata kelola yang lebih baik, kerentangan bencana dan perubahan iklim, serta modal sosial budaya dan transformasi digital. “SDM yang berkualitas dan bertalenta menjadi kunci untuk memajukan Birokrasi serta kunci kesuksesan teknologi pada masa depan,” tambahnya.

Dalam Rakornas tersebut turut hadir sejumlah Pejabat dari Kementerian/Lembaga yang menjadi narasumber yaitu, Deputi Bidang Kebijakan Pengembangan Kompetensi ASN LAN Muhammad Taufiq, Deputi Menteri PPN/Kepala Bappenas Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Subandi, Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Setiawan Wangsaatmaja, Direktur Penyusunan APBN Kementerian Keuangan Kunta Wibawa Dana Nugraha dan Kepala Badan Pengembangan SDM Kementerian Dalam Negeri Teguh Setyabudi. kaw

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *