Serahkan Hasil Nilai Penilaian Potensi dan Kompetensi, BKN Harapkan Memicu Perubahan Instansi

Jakarta-Humas BKN. “Apa yang menjadi aset paling penting dalam suatu organisasi?”, Ucap Kepala BKN Bima Haria Wibisana dalam pembukaan Rapat Koordinasi dan Penyerahan Hasil Penilaian Potensi dan Kompetensi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPT) dan Administrator yang berlangsung di Aula BKN Pusat Jakarta pada Jumat (20/07/2018)

Lebih lanjut Bima menjelaskan terkait pertanyaan yang dilontarkannya, menurut Bima Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan aset paling berharga dalam sebuah instansi, namun dalam kenyataannya masih banyak sekali instansi baik pusat maupun daerah yang memikirkan pengembangannya. “Dalam suatu organisasi kalau ada pemotongan anggaran, maka yang dipotong terlebih adalah hal berkaitan dengan pengembangkan SDM.

Pelaksanaan penilaian kompetensi dan potensi (Talent Pool) pada JPT Pratama dan administrator hari ini merupakan tahap pertama yang sudah berlangsung sejak Maret hingga Mei 2018 lalu dan diikuti oleh 5 Pemerintah Provinsi, 11 Pemerintah Kabupaten dan 10 Pemerintah kota yang ada di Indonesia.

Kepala Bidang Pengembangan Standar Penilaian Kompetensi dalam Pusat Penilaian Kompetensi ASN, Christina Nailiu saat menyampaikan laporan kegiatan pelaksanaan talent pool menyampaikan bahwa tujuan dilakukan assestment ini adalah untuk menyusun talet pool Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) dan administrator serta membangun database yang berbasis kepada aspek potensi dan kompetensi baik bagi instansi masing-masing maupun database BKN dalam menerapkan sistem informasi kepegawaian yang berbasis kompetensi yang terintegrasi. Selanjutnya christina menjelaskan bahwa dengan adanya talent pool ini, instansi memiliki database yang dapat digunakan dalam pengisian jabatan, pengembangan kompetensi, serta pengembangan karir pegawai. “laporan hasil penilaian potensi dan kompetensi ini dapat digunakan sebagai bahan dalam proses seleksi calon JPT, sehingga peserta yang telah mengikuti talent pool di JPT tidak harus mengikuti penilaian uji kompetensi manajerial sosio kultural pada saat seleksi terbuka dalam pengisian JPT” jelas christina

Dalam kesempatan yang sama, Bima Haria Wibisana menjelaskan bahwa saat ini BKN sedang mengembangkan Talent Management dari hasil-hasil asessment ini, dimana hasilnya nanti akan menjadi cluster kompetensi/rangking dalam menentukan penempatan seseorang yang sesuai yang sifatnya terbuka dan kesemuanya itu mengarah pada system merit. “Kembangkan SDM dengan penunjang, salah satunya dengan cara membuat data analisa diklat apa saja yang dibutuhkan dan melihat soft skill (karakter) yang di assessment agar mampu melihat seseorang yang mempunyai kompetensi dalam menciptakan suatu inovasi”, ujar Bima.

Harapan Bima, dengan adanya hasil asessment ini dapat memicu perubahan pada instansinya. “Diibaratkan ini adalah hasil medical check up, selanjutnya rekomendasi dokter seperti apa yang dibutukan untuk orang-orang yang telah mengikuti asessment ini sehingga dapat menciptakan high profit kedepannya”, tutup Bima. Dey/iin

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *