Reward and Punishment, Strategi Peningkatan Disiplin Aparatur Pemerintah

Manado-Humas BKN, Strategi _reward and punishment_ merupakan isu penting dalam manajemen SDM ASN yang melayani. _Reward and punishment_ tersebut diusulkan sebagai bagian dari fokus program rembuk Gerakan Indonesia Melayani (GIM). Isu tersebut disampaikan Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan saat memimpin salah satu kelompok diskusi Rembuk Nasional GMI di Swiss Bell Hotel Manado, Sabtu (27/10/2018).

Ridwan menyampaikan bahwa fokus program peningkatan disiplin aparatur pemerintah dan penegak hukum tidak terlepas dari strategi _reward and punishment._ “Pemberian _reward_ yang baik dan _punishment_ yang tepat tentunya dapat berpengaruh terhadap disiplin ASN,” kata Ridwan. “Dalam implementasi manajemen ASN keduanya harus adil dan berimbang,” imbuhnya.

Melengkapi _reward and punishment_, isu lain untuk melengkapi peningkatan disiplin ASN, Ridwan juga menyampaikan isu lain yang meliputi: redifinisi disiplin ASN, standar kinerja yang terukur dan pemanfaatan teknologi informasi komunikasi (TIK). Selanjutnya Ridwan menyampaikan bahwa hasil rembuk nasional tersebut rencananya akan disampaikan kepada Menteri PMK selaku Koordinator GMI dan Menteri PANRB selaku Koordinator Fokus GMI.

Sedikitnya terdapat sepuluh fokus program yang dibahas dalam Rembuk Nasional GMI. Selain program peningkatan disiplin aparatur pemerintah dan penegakkan hukum, kesembilan fokus tersebut meliputi: peningkatan kapasitas SDM ASN, penyempurnaan standar dan sistem pelayanan yang inovatif, penyempurnaan sistem manajemen kinerja, peningkatan perilaku pelayan publik yang cepat transparan akuntabel dan responsif, penyempurnaan peraturan perundang-undangan, penyederhanaan pelayanan birokrasi, peningkatan sarana dan prasarana pelayanan, peningkatan penegakan hukum dan aturan bidang pelayanan dan penerapan penghargaan serta sanksi beserta keteladanan pimpinan. *_bal_*

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *