Pemred Harian Pagi “Fajar” Makassar : Isu Kepegawaian Isu Seksi Bagi Publik

Makassar-Humas BKN, Dalam rangka implementasi program Pembinaan Kehumasan, Tim Humas BKN Pusat bersama Tim Humas Kantor Regional (Kanreg) IV BKN Makassar melakukan kunjungan ke Kantor Redaksi Harian Pagi “Fajar” di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (29/08/2018). Tim Humas BKN Pusat dan Tim Humas Kantor Regional Kanreg IV BKN Makassar ditemui oleh perwakilan Tim Redaksi Harian Pagi “Fajar” di antaranya Pemimpin Redaksi (Pemred) Arsyad Hakim dan Wakil Pemimpin Redaksi (Wapemred) Fadil Sunarya.

Pada kesempatan itu Arsyad mengatakan isu kepegawaian merupakan isu seksi yang ditunggu-tunggu oleh publik. Berita tentang kepegawaian jadi berita harapan bagi masyarakat, khususnya mereka yang berharap bisa jadi PNS dan berharap mendapat info mengenai hal-hal yang terkait dengan urusan kepegawaian lainnya.

Sementara itu Wapemred Harian “Fajar” Fadil Sunarya mengatakan saat ini prinsip yang dipegang para awak media dalam penyusunan sebuah informasi menjadi berita bukan lagi Bad News is a Good News, tetapi telah berubah menjadi Good News is The Best News. “Semangat kerja jurnalis kami tidak mencari hal-hal yang negatif untuk diolah menjadi sebuah berita, tetapi mengolah info-info yang positif menjadi informasi yang terbaik bagi masyarakat”. Karena itu, sambung Fadil, humas instansi Pemerintah diminta untuk tak segan-segan mengirimkan informasi positif, salah satunya mengenai kinerja birokrasi. Dari sana, jelas Fadil, informasi akan diolah dan dilengkapi dengan data pendukung hingga tersusunlah berita yang berkualitas bagi masyarakat. Lebih lanjut Fadil menjelaskan bahwa jajaran awak media di kantornya diarahkan untuk menjadi kevalidan informasi yang akan diteruskan kepada masyarakat dan mengemasnya dalam frame yang tidak memancing timbulnya multitafsir saat pembaca mencerna berita yang disajikan.

Senada dengan Fadil, Pemred Harian “Fajar”, Arsyad Hakim mengingatkan agar para pejabat instansi Pemerintah untuk tidak apriori kepada awak media yang bekerja Harian “Fajar”, dalam menyampaikan informasi. “Kami memiliki sertifikasi sebagai bagian jaminan profesionalitas dalam pelaksanaan kerja. Jurnalis yang terbukti menyusun berita tidak berdasarkan fakta dalam arti melakukan wawancara fiktif atau meminta imbalan tertentu kepada narasumber dalam rangka pemberitaan dapat kami berikan sanksi tegas hingga pemecatan”. dep

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *