P2KBKN 2019 Beri Pengalaman Baru Bagi Pejabat Pengawas Papua dan Papua Barat

Sorong-Humas BKN, Setelah dibuka secara serentak di sembilan lokasi pelaksanaan yang meliputi wilayah Provinsi Papua (Provinsi Papua, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Kerrom dan Kabupaten Merauke) dan wilayah Provinsi Papua Barat (Provinsi Papua Barat, Kota Sorong, Kabupaten Sorong, dan Kabupaten Sorong Selatan), kegiatan Penilaian Potensi dan Kompetensi Pejabat Pengawas, Kamis (14/2/2019) memasuki hari kedua pelaksanaan. Peserta mengikuti serangkaian tes mulai dari psikotes dan preferesni kompetensi berbasis CAT, simulasi In Basket, dan wawancara kompetensi.

Diakui oleh sejumlah pimpinan daerah, kegiatan ini sangat bermanfaat terutama telah memberikan pengalaman dan wawasan baru berkaitan dengan penilaian potensi dan kompetensi. “Kegiatan ini sangat strategis untuk memberikan pengalaman kepada peserta dan pada akhirnya mereka akan mengetahui potensi diri dan hal-hal yang masih harus dikembangkan, oleh karena itu kami mengapresiasi dan menyambut positif langkah Pemerintah Pusat khususnya BKN yang melaksanakan kegiatan seperti ini,” ungkap dr. Paimah Iskandar Wakil Walikota Sorong di sela-sela acara pembukaan kegiatan.

Hal senada juga dirasakan oleh salah satu peserta, yang mengaku baru kali pertama mengikuti tes semacam ini. “Kami berharap ke depan bisa diadakan lagi kegiatan penilaian potensi dan kompetensi seperti ini karena dapat menambah wawasan dan pengalaman bagi kami yang baru dengan sistem ini,” harap salah satu
pejabat Pengawas di distrik Sorong Utara, Robert.

Asesor SDM Aparatur Utama BKN, I Nyoman Arsa mengatakan kegiatan gelombang I ini akan berlangsung dari tanggal 13 – 15 Februari 2019 dengan sasaran target 1.000 pejabat pengawas di Papua dan Papua Barat. “Pejabat Pengawas menjadi sasaran target karena untuk pejabat JPT dan Administrator telah difasilitasi dengan kegiatan Talent Pool, sementara Pelaksana sudah dilakukan tes preferensi kompetensi. Melalui kegiatan ini Pejabat Pengawas mendapat kesempatan untuk dinilai potensi dan kompetensi yang mereka miliki. Pejabat Pengawas juga dijadikan sasaran target karena jabatan Pengawas adalah jabatan Administrasi Struktural di garda terdepan yang langsung mengendalikan pelayanan”. Di samping itu, sambung Arsa, jabatan Pengawas adalah jabatan Struktural pertama bagi karir seorang PNS.

I Nyoman Arsa melanjutkan, dari kegiatan ini akan diperoleh gambaran profil potensi dan kompetensi masing-masing peserta yang selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk pengembangan PNS yang bersangkutan melalui perancangan diklat, mutasi atau kebutuhan promosi. bun/dep

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *