Manajemen kinerja yang Baik, Dorong PNS Aktif Beri Pelayanan Terbaik

Ciawi-Humas BKN, Kepala Kantor Regional (Kanreg) V BKN Jakarta Istati Atidah mengharapkan bahwa para pengelola kepegawaian di wilayah kerjanya untuk dapat membimbing dan mendorong kinerja para PNS di instansi daerah masing-masing. Dengan demikian, menurutnya, bahwa PNS dapat bekerja sesuai arah rencana kerja pemerintah dan pelayanan yang diharapkan masyarakat. “Manajemen kinerja yang baik di lingkungan instansi Pemerintah mendorong PNS aktif dan dinamis untuk memberi pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat,” kata Istati Aidah di hadapan peserta Workshop Teknis Manajemen Kinerja se Wilayah Kerja Kanreg V BKN Jakarta, Selasa (27/11/2018) di Pusbang ASN BKN Ciawi, Bogor. Kegiatan workshop tersebut, menurut Istati juga akan diisi dengan pemaparan best practice manajemen kinerja dari beberapa instansi.

Deputi Bidang Mutasi Kepegawaian Aris Windianto( tengah). (foto: bal)

Selanjutnya,  Deputi Bidang Mutasi Kepegawaian Aris Windianto yang membuka acara tersebut menekankan perlunya pihak manajemen atau pimpinan mengarahkan pencapaian Kinerja PNS. “Dalam proses manajemen kinerja, pihak manajemen atau pimpinan organisasi harus mampu mengarahkan PNS untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik melalui proses kinerja,” papar Aris Windiyanto.

Aris juga menggaris bawahi perbedaan antara produktivitas dengan kinerja. Menurutnya produktivitas berorientasi pada hasil semata. Sementara kinerja melihat keseluruhan proses hingga output bahkan sampai outcome. “Titik tekan produktivitas hanya pada hasil akhir. Sementara kinerja melihat prosesnya secara menyeluruh, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, output hingga outcome,” bebernya. Kinerja menurut Aris dimulai dari proses perencanaan. Hal itu dimulai dari bagaimana seorang PNS menentukan target kinerja dalam satu tahun. Kemudian bagaimana dia menguraikan ke dalam target bulanan. “Pimpinan atau manager menganalisa target tersebut, tinggi rendahnya, termasuk kesesuaian dengan arah kinerja organisasi. Ada diskusi di proses tersebut,” tuturnya.

Bahkan menurut Aris, yang tak kalah penting bahwa kinerja bukan berhenti pada proses penilaian, akan tetapi sampai pada evalusi dan tindak lanjut. “Keseluruhan proses tersebut tidak dapat terlepas dari peran para pimpinan atau supervisor,” tegas Aris.  Untuk proses penilaian kinerja pegawai yang obyektif, disinggung Aris bahwa BKN sudah menciptakan dan menerapkan manajemen kinerja berbasis IT. “PNS cukup melaporkan kinerja mulai harian maupun bulanan yang dikorelasikan dengan target bulanan dan tahunan. Kemudian sistem yang akan menilai. Kami yakin akan sangat obyektif untuk menilai kinerja para PNS,” pungkasnya. bal

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *