Keragaman Kebudayaan Indonesia jadi Tantangan dalam Menerapkan Talent Management

Jakarta-Humas BKN, Australian Public Service Commission (APSC) didampingi oleh Australia-Indonesia Partnership for Economic Development (Prospera) melakukan kunjungan ke Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam rangka sharing session mengenai talent management di pemerintahan pada Kamis (01/08/19). Diselenggarakannya kegiatan ini untuk mewujudkan tujuan talent management guna memfasilitasi dan mempromosikan pencapaian visi misi, serta tujuan strategis Instansi Pemerintah melalui proses identifikasi, menarik, memelihara, dan mempertahankan bakat di seluruh Instansi Pemerintah.

Dalam kunjungan ini, Director for Indonesia and Southeast Asia Program APSC, Mark Colwell hadir bersama Deva Rachman selaku Public Sector Adviser Prospera yang disambut langsung oleh Sekretaris Utama BKN, Supranawa Yusuf serta Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan BKN Pusat.

Kepala Biro Humas BKN, Mohammad Ridwan menyampaikan, keberagaman kebudayaan dan karakteristik penduduk yang dimiliki Indonesia menjadi tantangan tersendiri dalam menerapkan talent management. Ridwan melanjutkan, optimalisasi penerapan talent management tersebut bergantung pada dukungan organisasi yang tercermin melalui peningkatan kepedulian dan kemampuan para pimpinan dalam memonitor dan mengembangkan kemampuan anak buahnya. “Harus terbangun iklim perusahaan yang kondusif untuk meningkatkan keterikatan dan motivasi kerja karyawan,” imbuhnya.

Sementara itu, Mark menyampaikan, “APSC dengan terbuka akan membantu Indonesia serta BKN dalam bidang national talent management dan public service reform”.

Pada kunjungan tersebut, BKN dan APSC juga membahas sektor kerja sama lainnya dalam mengembangkan talent management, seperti pelatihan advokat dan pelatihan manajemen SDM di birokrasi Pemerintah yang akan dikaji lebih lanjut oleh kedua belah pihak. Melalui kerjasama ini, BKN berharap dapat membantu peningkatan kualitas sektor SDM aparatur dan kepercayaan publik, serta dapat menyelesaikan masalah modernisasi birokrasi. rat

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *