Kepala BKN Tandatangani Peraturan Bersama Jabatan Fungsional Pustakawan

Jakarta, Humas BKN – Mempunyai sistem kerja jelas, sistem karier yang jelas, diminati banyak orang dan menjadi Jabatan yang prestisius adalah harapan seorang Pustakawan. Hal ini disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Eko Sutrisno saat memberikan sambutan pada acara Penandatanganan Peraturan Bersama Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia dan Kepala BKN, sebagai tindak lanjut Peraturan Menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PermenPAN-RB) Nomor 9 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya, di Ruang Aula Hotel Peninsula, Jakarta, pada Kamis (16/10/2014).

Kepala BKN Eko Sutrisno Menandatangani Surat Keputusan Bersama dengan Kepala Perpusnas-RI Sri Sularsih

Dalam kesempatan tersebut Eko memberikan apresiasi yang tinggi kepada Perpusnas-RI bersama BKN dalam membangun sistem pembinaan Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Dengan merumuskan norma dan prosedur melalui pembinaan jabatan fungsional Pustakawan. Keputusan bersama ini dapat dijadikan acuan mengambil kebijakan strategis dalam merumuskan sistem kerja, kompetensi dan tunjangan Jabatan Pustakawan secara terukur,” tegas Eko.

Lebih lanjut Eko juga mengingatkan bahwa inovasi dari para Pustakawan mutlak harus dilakukan di tengah kemajuan teknologi informasi. “Pustakawan mempunyai tantangan yang sangat besar karena harus bersaing dengan media digital, oleh sebabnya inovasi mutlak dilakukan,” ujar Eko.

Kemudian di saat yang bersamaan Kepala Perpusnas-RI Sri Sularsih mengatakan Pustakawan adalah Jabatan yang mulia sebagaimana Jabatan Guru dan Dosen. Pustakawan adalah ujung tombak dalam pengelolaan informasi pelayanan perpustakaan dengan segala ilmu yang dimiliki, menyediakan sarana belajar bagi masyarakat yang mendukung dunia pendidikan nasional. “Perpustakaan sudah mengalami kemajuan yang pesat baik di Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota. Hal ini ditandai dengan adanya gedung dan sarana dan prasarana ditempat tersebut,” ujar Sri. “Tentunya hal ini sangat menunjang pelayanan informasi kepada masyarakat. Hal ini adalah modal utama dari para Pustakawan untuk memasyarakatkan budaya membaca kepada masyarakat. Karena selama ini kita ketahui bersama bahwa masyarakat kita belum mempunyai budaya tersebut,” pungkas Sri. Agus

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *