Jujur dan Beretika Bagian dari Self Managing yang Harus Dimiliki oleh ASN Berkarakter

Ciawi-Humas BKN, Karakter jujur dan beretika menjadi bagian dari self managing  yang harus dimiliki oleh Aparatur Sipil Negara (ASN). Karakter tersebut diperlukan agar ASN dapat memberikan pelayanan seutuhnya kepada publik. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Pengembangan ASN BKN, Ahmad Jalis dalam Pembukaan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan III dan Pelatihan Fungsional Analis Kepegawaian Keterampilan, Senin (26/3/2018), di Gedung Serbaguna Pandji Soeroso, Pusbang ASN, Ciawi, Jawa Barat.

Ahmad Jalis dalam Pembukaan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan III dan Pelatihan Fungsional Analis Kepegawaian Keterampilan, Senin (26/3/2018). (foto: end)

Sebelumnya, saat menyampaikan laporan penyelenggaraan kegiatan tersebut, Ketua Penyelenggara Kegiatan, Ojak Murdani mengatakan selain diikuti oleh 53 CPNS Tahun Anggaran (TA) 2017 dari BKN, Latsar kali ini juga diikuti oleh 37 CPNS dari Badan Ekonomi Kreatif dan 30 CPNS dari Badan Informasi Geospasial.

Ojak Murdani mengatakan selain diikuti oleh 53 CPNS Tahun Anggaran (TA) 2017 dari BKN.(foto: end)

Ojak Murdani kepada tim Humas BKN mengatakan para peserta Latsar berkewajiban menyusun rancangan aktualisasi yang akan disupervisi oleh mentor untuk dipertimbangkan dapat tidaknya diimplementasikan sebagai proyek aktualisasi pada unit/instansi tempat peserta Latsar bekerja. “Dalam proyek aktualisasi, sambung Ojak, para CPNS diwajibkan menyusun suatu konsep yang mengangkat isu kontemporer di instansinya dan menawarkan solusi atas masalah yang ada. Proyek aktualisasi itu harus mengimplementasikan nilai-nilai yang dikenal dengan akronim ANEKA, yakni Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen mutu dan Antikorupsi. “Misalnya, seorang CPNS akan mengangkat perihal Standard Operating Procedure (SOP) pelaksanaan sebuah kegiatan di unit kerja tempat dia bertugas. Maka, SOP itu harus memuat rancangan penerapan nilai-nilai ANEKA itu. Contoh, dalam SOP itu terdapat alur yang mampu mencegah terjadinya korupsi dalam pelaksanaan kerja”.

Sementara itu, Pelatihan Fungsional Analis Kepegawaian Keterampilan kali ini diikuti oleh 34 orang di mana dalam penyelenggaraannya Pusbang ASN BKN bekerja sama dengan unit Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional Kepegawaian BKN. dep

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *