Jangan Lakukan Perencanaan Program Sebatas Formalitas

Bogor-Humas BKN, Sekretaris Utama (Sestama) Badan Kepegawaian Negara (BKN), Usman Gumanti mengingatkan bahwa penyusunan perencanaan program dan kegiatan unit kerja harus dilakukan secara profesional dan perealisasian program harus dilakukan secara konsisten, sesuai dengan apa yang sudah direncanakan. “Jangan lakukan perencanaan program hanya formalitas semata. Susun perencanaan sebaik mungkin dan kawal perealisasiannya agar sesuai dengan apa yang sudah direncanakan. Ingat, 1 Rupiah pun uang negara harus dipertanggungjawabkan,” tegas Sestama.

Pernyataan tersebut disampaikan Sestama BKN di hadapan peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Refreshment Pengadaan Barang dan Jasa, Selasa (26/6/2018) di Aula Pusat Pengembangan Aparatur Sipil Negara (ASN) BKN, Ciawi, Bogor. Pada kesempatan itu Sestama BKN menyampaikan materi Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di Lingkungan BKN.

Sestama kepada peserta yang hadir memaparkan bahwa kegiatan pengadaan barang dan jasa secara umum dilakukan untuk memperoleh barang/jasa yang sesuai dengan kebutuhan, penyerapan/pencairan dana anggaran sesuai peraturan yang berlaku dan mencegah penyimpangan dalam proses pelaksanaan pengadaan barang/jasa. Sestama juga menguraikan salah satu arah perubahan reformasi bidang pegadaan barang dan jasa adalah memperkenalkan aturan, sistem, metode dan prosedur yang lebih sederhana dengan tetap memperhatikan good governance. “Terdapat dua poin yang menjadi fokus perubahan itu, yakni menghapuskan metode pemilihan langsung (kecuali pekerjaan konstruksi) menjadi pelelangan sederhana dan mendorong pelaksanaan e-announcement, _e-procurement, _e-catalogue, dsb”.

Pada kesempatan itu Sestama juga menguraikan sejumlah permasalahan yang kerap terjadi dalam proses perencanaan PJB, di antaranya : rencana pengadaan tidak berdasarkan kebutuhan institusi; Rencana pengadaan tidak diumumkan secara terbuka pada awal tahun anggaran; Tidak dilakukan kaji ulang Rencana Umum Pengadaan (RUP); Rencana pengadaan tidak disusun secara sistematik terhadap apa (spesifikasi dan kualitas), kapan (jadwal, waktu diterima), bagaimana (sumber, sistem), berapa (kuantitas) dan biaya; Menetapkan syarat penyedia yang sudah diarahkan kepada penyedia tertentu.

Selanjutnya Sestama menguraikan sejumlah solusi dalam mengatasi permasalahan pengadaan barang dan jasa, yakni :
1. Patuh pada ketentuan dan peraturan pengadaan serta taat asas, norma dan etika pengadaan;
2. Melaksanakan sistem dan prinsip pengadaan secara tepat dan dengan sebaik-baiknya;
3. Organisasi, birokrasi dan manajemen pengadaan yang baik;
4. Profesionalisme dan kompetensi dari pejabat dan pelaksana pengadaan;
5. Keteladanan dari pimpinan tertinggi;
6. Penerapan sanksi yang tegas dan pengendalian serta pengawasan yang ketat;
7. Meningkatkan transparansi dalam proses pelaksanaan pengadaan;
8. Melaksanakan proses pengadaan secara elektronik ( e-procurement);
9. Memberikan akses kepada publik dalam memperoleh informasi tentang proses pelaksanaan kegiatan pengadaan;
10. Menghindari belanja mendesak di akhir tahun anggaran.

dep

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *