Instansi Harus Kembangkan Media Pembelajaran Efektif dan Efisien dalam Hadapi Transformasi Digital

Jakarta-Humas BKN, Kementerian Keuangan, Kamis (25/04/2019) menyelenggarakan workshop Bincang Transformasi: Unlocking The Future of Learning. Workshop yang bertujuan agar para peserta dapat membuka diri terhadap transformasi digital yang efisien, efektif, dan berdampak positif pada birokrasi tersebut diikuti oleh 250 peserta dari perwakilan beberapa Kementerian/Lembaga dan digelar di Gedung Radius Prawiro, Jakarta Pusat.

Sri Mulyani menyampaikan bahwa perubahan merupakan suatu keharusan yang akan terjadi apabila SDM dan Instansi tetap melakukan dan mengembangkan media pembelajaran salah satunya melalui e-learning.(foto: don)

Dalam workshop tersebut, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani menyampaikan bahwa perubahan merupakan suatu keharusan yang akan terjadi apabila Sumber Daya Manusia (SDM) dan Instansi tetap melakukan dan mengembangkan media pembelajaran salah satunya melalui e-learning. Namun pada pelaksanaannya harus menghubungkan teknologi, knowledge, perubahan, tantangan dan tujuan yang ingin dicapai. Sri Mulyani menambahkan bahwa yang menjadi tantangan dalam mengembangkan e-learning adalah konten, pengemasan, media, evaluasi dan infrastruktur yang dapat membuat e-learning menjadi media pembelajaran yang menarik. “Jika kita tidak mau melakukan perubahan dan tidak memiliki motivasi menjadi lebih baik, hal itu akan menjadi beban dan pangkal bencana pada Instansi,” tuturnya.

Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan, Hadiyanto menjelaskan bahwa e-learning merupakan suatu sistem atau metode pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar yang menjadi langkah utama dalam pengembangan SDM dan inisiatif strategis dalam reformasi birokrasi. Hadiyanto juga menyampaikan, pelaksanaan training tatap muka berpotensi mengganggu jam kerja pegawai karena harus meninggalkan pekerjaan untuk jangka waktu yang lama. “Biaya training tatap muka dan perjalanan dinas dapat memberatkan anggaran, selain itu e-learning mendorong perubahan mindset setiap pegawai di Kementerian/Lembaga terhadap transformasi digital,” tambahnya.

Dalam sesi diskusi pada workshop tersebut hadir sejumlah narasumber dari Bina Nusantara University, Bank BRI, Bank Mandiri, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Kementerian Keuangan yang masing-masing memberikan paparan mengenai metode e-learning dan diharapkan dapat menjadi gambaran atau tolak ukur dalam mengembangkan e-learning. kaw

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *