Hasil Survei Program P2K BKN: PNS di Papua dan papua Barat Nyatakan Puas

Bogor-Humas BKN, Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap Program Pendekatan Pelayanan Kepegawaian (P2K) yang digulirkan BKN di Provinsi Papua dan Papua Barat cukup tinggi. IKM tersebut diperoleh berdasarkan hasil survei kepuasan terhadap Program P2K BKN, di mana masyarakat PNS di kedua Provinsi tersebut yang menyatakan puas. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Pengadaan dan Kepangkatan BKN selaku Ketua Tim Pelaksana Program P2K Aidu Tauhid saat memimpin Rapat Evaluasi Program P2K BKN di Lorin Sentul Hotel, Bogor-Jawa Barat, pada Kamis (13/12/2018).

Aidu menjabarkan bahwa dari hasil survei kepuasan Program P2K BKN terhadap para PNS di 21 Kabupaten/Kota di Wilayah Papua, sebanyak 85% menyatakan puas. Sementara di Papua Barat, menurut Aidu dari para PNS di 13 Kabupaten/Kota yang menjadi lokasi penyelenggaraan Program P2K BKN, sebanyak 84% juga menyatakan puas. “Jadi dari data yang ada itu, bisa dilihat bahwa IKM Program P2K BKN di kedua Provinsi tersebut cukup tinggi,” jelas Aidu.

Selanjutnya Aidu menyampaikan beberapa agenda utama Program P2K BKN yang diselenggarakan di kedua Provinsi tersebut. Menurutnya terdapat 4 (empat) agenda utama yang dilakukan Tim P2K BKN. Pertama, menurut Aidu, Tim P2K BKN telah melakukan pemutakhiran data para PNS di lingkungan Pemda Prov. Papua dan Papua Barat. “Kegiatan pemutakhiran itu telah dilakukan terhadap 37.261 data PNS. Dari jumlah tersebut, diketahui sebesar 68% data PNS sudah sesuai. Sementara sisanya sebesar 32% masih memerlukan klarifikasi dan tindak lanjut, terutama data keluarga,” papar Aidu.

Agenda kedua, menurut Aidu merupakan kegiatan diseminasi Peraturan Perundang-undangan di bidang Kepegawaian. Aidu menyampaikan bahwa kegiatan ini telah dilakukan terhadap 1.557 peserta. “Dari kegiatan diseminasi yang telah kami lakukan, sebanyak 73% peserta dapat memahami dengan baik dan 27% lainnya masih perlu pengayaan,” imbuhnya.

Sementara agenda ketiga, menurut Aidu berupa kegiatan simulasi seleksi CPNS dengan CAT BKN. Kegiatan itu diikuti oleh 3.253 peserta. Selama kegiatan berlangsung, menurut Aidu, simulasi diikuti sebanyak 3.253 peserta dari berbagai kalangan baik eksekutif, legislatif dan masyarakat umum. “Dari jumlah itu, sebanyak 34% peserta menyatakan bahwa seleksi CPNS dengan CAT BKN sangat mudah, 64% peserta meyatakan sedang-sedang saja, dan 2% lainnya menyatakan sulit,” beber Aidu.

Agenda terakhir atau yang keempat menurut Aidu berupa kegiatan penyelesaian permasalahan bidang kepegawaian. Dalam kegiatan ini, Tim P2K BKN memberikan bimbingan teknis layanan bidang administrasi kepegawaian. “Beberapa administrasi bidang kepegawaian yang telah dilakukan oleh Tim P2k BKN berupa: proses Kenaikan Pangkat, proses Mutasi, Status dan Kedudukan Kepegawaian, Validitas Data PNS, dan Tenaga Honorer,” ujar Aidu.

Pada kesempatan itu, Aidu juga memberikan rekomendasi rencana Pogram P2K BKN pada 2019 mendatang. Menurutnya yang kegiatan P2K sebaiknya diarahkan pada peningkatan kompetensi ASN Provinsi Papua dan Papua Barat melalui kegiatan Assessment Center. Kegiatan tersebut menurut Aidu juga akan memperoleh outcome yang tepat guna jika dilakukan dengan mempertimbangkan karakter dan potensi di kedua provinsi.

Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya bahwa Program P2K BKN berlangsung dalam perido April sampai dengan Mei 2018. Program ini digulirkan menindaklanjuti Instruksi Presiden (INPRES) Nomor: 9 Tahun 2017 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Papua Barat, di mana salah satu fokus pembangunannya meliputi sektor penguatan tata kelola dan kelembagaan. #P2KBKNMenjangkauUntukMelayani. bal

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *