Dyah Rachmawati Sugiyanto Terpilih Menjadi Ketua Iprahumas Periode 2018 – 2021

Bogor – Humas BKN, Konvensi Humas Pemerintah Tahun 2018 resmi ditutup oleh Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika Rosarita Niken Widiastuti, Sabtu (8/9/2018).

Digelar di Salak Tower Hotel Bogor sejak Jumat (7/9/2018), acara yang diikuti oleh sedikitnya 200 Pranata Humas dari Kementerian/Lembaga/Daerah (K/L/D) tersebut menghasilkan banyak kesepakatan, salah satunya terpilihnya Dyah Rachmawati Sugiyanto sebagai Ketua Ikatan Pranata Humas (Iprahumas) periode 2018 – 2021.
“Eksistensi profesi Pranata Humas sangat penting sebagai the real government public relations. Untuk itu, Iprahumas sebagai wadah Pranata Humas seluruh Indonesia diharapkan mampu menjadi wadah untuk mensinergikan kinerja,” ujar Dyah, yang merupakan Pranata Humas dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), saat menyampaikan sambutan sebagai Ketua Iprahumas terpilih.

Selain menghasilkan terpilihnya Ketua Iprahumas yang baru, kesepakatan lainnya yang dihasilkan pada konvensi yang bertemakan Pranata Humas Menuju Indonesia 4.0, yakni terbentuknya Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan kode etik profesi yang baru. Pranata Humas BKN Dyah Wulan Retno Kinasih, yang mengikuti jalannya konvensi mengatakan, jika kesepakatan yang dihasilkan pada konvensi kali ini sangat positif. “Dalam bekerja, tentu setiap Pranata Humas butuh guidance. Dan ( guidance) yang dihasilkan kali sangat positif. Semoga citra Pranata Humas sebagai the real government public relations dapat terwujud,” ujarnya.

Acara yang diselenggarakan oleh Direktorat Tata Kelola dan Kemitraan, Kementerian Komunikasi dan Informatika tersebut juga menghadirkan sejumlah pembicara. Salah satu pembicara yang menyita perhatian peserta ialah Gerald Sebastian, co-founder Kok Bisa, perusaahan rintisan ( startup) ber- platform social media youtube.
Pranata Humas BKN Mega Puspita, mengatakan tidak salah jika Gerald cukup menyita perhatian peserta, karena presentasinya bagus dan relevan dengan tugas dan fungsi Pranata Humas. “Apa yang disampaikan Mas Gerald tadi sangat menarik, ya. Bagaimana pengalamannya dalam mengelola Kok Bisa selama ini, hingga bisa sukses seperti sekarang. Dan uniknya, platform startup-nya adalah youtube,” jelas Mega.

Mega berharap, apa yang sudah dibagi oleh Gerald Sebastian dapat ditiru oleh peserta. “Mayoritas instansi pemerintah saat ini sudah menggunakan akun youtube dalam memberikan informasi. Nah, semoga proses kreatif yang di- _share_ oleh mas Gerald, dilakukan juga oleh peserta. Tidak random seperti sekarang. Itu pendapat saya,” kata Mega. dwr/mga/ber

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *