Beragam Isu Kesehatan dan Sistem Informasi Jadi Rancangan Aktualisasi CPNS 2019 Gel IV

Ciawi – Humas BKN, Pelatihan dasar atau biasa disingkat dengan Latsar menjadi salah satu tahap mutlak yang harus dilalui seluruh Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Selain diajarkan pengetahuan kebangsaan dan pemerintahan, setiap CPNS yang mengikuti Latsar juga diwajibkan untuk merancang program aktualisasi di bidang masing-masing. Rancangan tersebut kemudian harus diuji coba atau diaktualisasikan di instansi sesuai formasinya.

Salah satu peserta Latsar dari Pemerintah Kota Bekasi. (Foto: des)

Berkaitan dengan itu, sebanyak 102 CPNS angkatan 2019 yang akan ditempatkan di sejumlah instansi seperti di Badan Kepegawaian Negara (BKN), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan Pemerintah Kota Bekasi hari ini memaparkan rancangan atas isu atau topik permasalahan di instansinya melalui Seminar Rancangan Aktualisasi Latsar yang sudah memasuki gelombang keempat dan dilaksanakan di Pusat Pengembangan ASN Ciawi Bogor pada Jumat, (6/9/2019).

Ada beragam isu atau topik permasalahan yang diangkat para calon ASN ini. Mulai dari isu manajemen kesehatan untuk Puskesmas dan Rumah Sakit, sampai dengan pengamanan sistem informasi di Dinas Komunikasi dan Informasi Pemkot Bekasi menjadi bahan rancangan aktualisasi yang diseminarkan. Salah satunya seperti Nurul Aini formasi Perawat Terampil Pemkot Bekasi yang mengangkat permasalahan belum tersedianya sistem data rekam medis di salah satu Puskesmas di Bekasi. Menurutnya ada kendala sulitnya menemukan jejak rekam medis pasien, khususnya bagi yang tidak menyertakan kartu berobat setiap kali pemeriksaan. Dalam rancannganya Ia memaparkan sejumlah langkah penawaran penyelesaian kendala tersebut.

Adapun 102 CPNS yang tengah seminar ini telah mengikuti pembelajaran lewat Latsar selama kurun waktu tiga bulan dengan sistem on off campus di Pusbang ASN. Latsar gelombang keempat ini sudah dimulai sejak Agustus sampai dengan tahap akhir nanti pada Oktober mendatang setelah melaksanakan aktualisasi rancangan di instansinya masing-masing. des

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *